Hikayat Ping Pong: Ping Pong atau Tenis Meja?
Beberapa bulan terakhir saya mengalami kecanduan Ping Pong. Saya menggunakan istilah ‘kecanduan’ karena memang tarafnya sudah terbilang akut. Hampir setiap hari saya bermain Ping Pong. Sekali main acapkali sampai 3-5 jam, dari petang hingga menjelang tengah malam (bukan kebiasaan bagus tentu saja). Bahkan ketika semangat saya tengah mencapai titik puncak dan tak mengenal kompromi, tak segan-segannya saya memainkan bola Ping Pong sendirian hingga menjelang pagi sekedar untuk melatih memori otot dan membangun ikatan emosional dengan bola dan bet. Dua hal ini, memori otot dan ikatan emosional, saya rasa penting dilakukan oleh pemain olah raga apapun. Namun bukan itu hal utama yang ingin saya sajikan dalam tulisan ini. Saya hanya ingin berbagi cerita tentang bagaimana riwayat permainan Ping Pong dan apa bedanya Ping Pong dengan tenis meja.
Ping Pong atau Tenis Meja, sebuah permainan yang kelihatannya sederhana itu, ternyata memiliki riwayat yang cukup unik dan bersejarah. Permainan ini pernah menjadi saksi bisu gelombang Revolusi Kebudayaan yang melanda China di era 1960-an. Pada masa itu, Ping Pong menjadi salah satu perangkat ideologis Partai Komunis di bawah kendali Mao Tse-tung untuk melakukan indoktrinasi. Namun tak jauh dari masa itu pula, pada tahun 1971, Ping Pong menjadi instrumen diplomasi yang sanggup mengakurkan 2 negara besar yang saling bermusuhan, China dan Amerika Serikat. Penggalan sejarah itu kerap disebut sebagai Ping Pong Diplomacy. (Saya berencana membuat tulisan tersendiri tentang 2 hal ini, dan karenanya tidak akan saya bahas lebih jauh di sini)
SUMBER : http://thepenguinus.blogdetik.com/2010/07/20/hikayat-ping-pong-ping-pong-atau-tenis-meja/#more-72
No comments:
Post a Comment